Satu Pertemuan Banyak Cerita

Di era sekarang ini, ketika kita bicara koperasi, bisa dipastikan jumlahnya sangat banyak di masyarakat. Baik itu koperasi beneran atau koperasi jadi-jadian. Bisa dikatakan koperasi beneran apabila dalam setiap satu tahun koperasi selalu mengadakan rapat, pun sebaliknya disebut koperasi jadi-jadian.

Agar bisa melakukan RAT setiap satu tahun sekali, koperasi dituntut untuk bekerja profesional. Bagi koperasi yang masih kecil, maka pengurus harus solid. Paling tidak setiap satu bulan selalu diadakan rapat pengurus guna membahasa.

Begitulah yang dilakukan Kopwan Karya Perempuan mandiri pada beberapa hari yang lalu (11/04/2015) di kantor koperasi, Dusun Randusari, Watusigar, Ngawen, Gunungkidul. Banyak hal yang mereka diskusikan dalam rapat yang dihadiri 8 pengurus (100%) tersebut. Adapun hal-hal yang didiskusikan diantaranya adalah:

  • Rencana tindak lanjut hasil kegiatan evaluasi reflektif
  • Masalah kredit macet
  • Persiapan pameran
  • Persiapan ulang tahun YSKK khususnya terkait denga performing art pengurus koperasi
  • Sharing hasil pelatihan bendahara di provinsi.

Setelah diskusi yang cukup menguras tenaga, waktu dan pikiran akhirnya menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Terkait dengan rencana tindak lanjut hasil refleksi, koperasi akan mengadakan pertemuan dengan anggota pemproduk pada hari itu pula setelah pertemuan anggota dengan jumlah peserta (pemproduk) sebanyak 11 orang. Kemudian akan diadakan pelatihan inovasi produk untuk rengginan dan roti kacang pada hari jum’at, 15 Mei 2015 pada pukul 10 pagi
  • Terkait kredit macet, terdapat 12 anggota yang macet angsurannya dengan total nilai sejumlah Rp. 12.329.000,-. Terkait dengan perkembangan penagihan, pengurus akan menindaklanjuti hasil penagihan dengan mengkonfirmasi untuk pemastian angsuran.
  • Terkait dengan pameran, koperasi akan memamerkan minimal 10 jenis produk dengan aneka rasa.
  • Terkait dengan ulang tahun YSKK, koperasi dalam performing art akan menyuguhkan drama yang di sutradarai oleh salah satu dalang yang ada di Dusun Randusari dengan jumlah peserta sebanyak 6 orang.
  • Terkait dengan hasil pelatihan yang diikuti oleh bendahara, koperasi banyak PR yang harus diselesaikan seperti administrasi keuangan, pembukuan, dan peraturan-peraturan lainnya.

Optimisme, itu yang tampak dari raut wajah para pengurus-pengurus Kopwan Karya Perempuan Mandiri seusai rapat selesai diselenggara. Hal tersebut tampak saat pertemuan anggota dan pertemuan dengan para anggota yang mempunyai usaha olahan makanan.

Surakarta, 13 Mei 2015

Yuliana Paramayana

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s