Diskusi Peran Perempuan Desa Kalitekuk dalam Optimalisasi Implementasi UU Desa

Dalam rangka implementasi UU Desa, pemerintah desa Kalitekuk pada hari Kamis, 21 Mei 2015 melakukan diskusi peran perempuan desa dalam optimalisasi implementasi UU Desa. Diskusi tersebut diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari unsur lembaga desa, pemerintah desa dan BPD.

Kegiatan yang berlangsung kurang lebih 3 jam tersebut difasilitasi oleh Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) Solo. Dimana pokok-pokok hal yang dibicarakan dan didiskusikan dianatranya adalah terkait dengan kondisi desa saat musyawarah desa, penganggaran, pelaksanaan program, kedudukan strategis perempuan, pengawasan berbasis perempuan, kelembagaan perlindungan perempuan dan anak, dan data kemiskinan desa.

Dalam rangka mengetahui kondisi real yang terjadi dalam prakteknya, peserta sebanyak 30 tersebut dibagi menjadi 4 kelompok (pemerintah desa, kelompok tani, PKK, kader kesehatan)  dan masing-masing kelompok diberi waktu 30 menit untuk berdiskusi. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:

Kelompok Wanita Tani

  1. Musyawarah desa, 50% perempuan sudah terlibat, tapi saat forum masih ada perempuan yang belum berani menyampaikan pendapatan
  1. Anggar, sudah ada anggaran dari desa tapi belum cair.
  1. Pelaksanaan kegiatan, kelompok tinggal melaksanakan program yang sudah ada sebelumnya
  1. Kedudukan dan strategis perempuan, harus jelas kedudukan dan tanggungjawabnya
  1. Pengawasan berbasis masyarakat, sudah diundang
  1. PPA, sudah ada seperti TIFA tapi belum bisa berjalan maksimal
  1. Pendataan warga miskin miskin, belum akurat dan valid

Catatan: tidak ada tambahan

Kader Kesehatan

  1. Dalam musyawarah desa, perempuan sudah dilibatkan.
  1. Anggaran. Perintah desa sejauh ini dalam proses penganggran sudah dilakukan mulai dari musdus saat musren
  1. Pelaksanaan kegiatan. Ada kegiatan ekonomi produktif
  1. Kedudukan strategis perempuan. Perempuan dilibatkan dalm proses seleksi
  1. Pengawasan sudah ada.
  1. PPA belum ada
  1. Pendataan warga miskin. Data belum valid dan akurat

Catatan:

  • Sudah ada TAPA yang menjadi pokja tambahan dan sudah di SK-kan. Kalau dilihat dari kelembagaan PPA, itu belum karena belum menjalankan peran sebagai perlidungan perempuan dan anak.
  • Fasilitator menanyakan, apakah kedepan perlu ada kelmbagaan terkait dengan PPA? Peserta menjawab di tingkat kecamatan sudah ada jadi sulit. Fasilitator menjelaskan bahwa pembentukan kelembagaan masyarakat sangat luas untuk memilihnya sesuai dengan kebutuhannya dan tidak terikat pada aturan tertentu.
  • Terkait BUMDes belum ada master plan-nya
  • Fasilitatorny menjelaskan bahwa kepala desa adalah sebagai presidennya desa dan BPD adalah DPR-nya desa.

PKK Desa

  1. Musyawarah desa
  • Semua perempuan sudah diundang dan tidak hanya hafalan.
  • Perempuan yang diundang adalah perempuan yang mewakili lembaganya dan perempuan mampu menyampaikan ke masyarakatnya
  1. Anggaran Desa
  • Perempuan dilibatkan dalam musdus dan hasilnya dibawa saat musrenbangdes
  1. Kegiatan berbasis perempuan.
  • Untuk PKK bantuan lewat ADD
  • Kelompok-kelompok bantuan lewat USEP
  1. Kedudukan strategis perempuan
  • Perempuan dalam berperan aktif di pemerintah desa, PKK sudah ada tupoksinya masing-masing
  1. Pengawasan
  • Dilibatkan saat musdes
  1. PPA
  • Belum ada lembaganya
  • Ketika ada kasus baru ada penyuluhan dari desa.
  1. Data kemiskinan
  • Sudah ada, tapi valid dan tidaknya masih perlu di kroscek.

Catatan:

  • Yang diundang dalam musyawarah adalah orang yang benar-benar mempunyai kebutuhan.
  • Dalam proses pengundangan secara tiba-tiba dan langsung musdus.
  • Falsafah jawa terkait istilah ‘rembug’ sangat dijunjung, tapi dalam musdes jarang itu dilakukan.
  • Sudah ada rembug dusun dimasing-masing padukuhan yang benar-benar mendiskusikan terkait dengan permasalahan sosial sampai pembangunan fisik.
  • Ada warga yang tidak mampu ketika diajak kegiatan tapi tidak mau karena tidak ada bantuan. Dan disitu terdapat penyakit mental yang akut.
  • Kedepan perlu ada kebijakan, bahwa setiap orang mempunyai tanggungjawab untuk memberikan sumbangsih pemikirannya.
  • Banyak peserta yang tidak mengikuti karena tidak tahu dan akhirnya minder

Pemerintah Desa

  1. Musyawarah desa.
  • Pemerintah sudah melibatkan perempuan baik dari unsur tokoh masyarakat maupun jaringan aspirasi melalui padukuhan.
  1. Perencanaan & Anggaran
  • Mulai dari tingkat dusun ke tingkat desa selalu melibatkan peran perempuan dalam perencanaan dan penganggaran desa dan itu sudah terlaksana.
  1. Pelaksanaan program kegiatan berbasis komunitas perempuan
  • Selain PKK, ada kelompok wanita tani dan KUBE
  1. Posisi Strategis perempuan dan pemdesa
  • Pemerintah desa berupaya meningkatkan keterwakilan perempuan dalam membuat kebijakan dan keputusan pemerintah desa. Jelas tidak membeda-bedakan
  1. Pengawasan program pembangunan desa
  • Pengawasan melalui musyawarah baik musdes maupun musyawarah-musyawarah lainnya. Kemudian yang diundang tidak hanya itu-itu saja
  1. Kelembagaan PPA
  • Kalau kelembagaan belum ada, tapi jika ada kekerasan, ada perlindungannya secara personil menurut siapa yang ditunjuk.
  1. Pendataan warga miskin. Pemerintah desa setiap tahun melakukan update, misalnya terkait dengan raskin, jamkesmas, janda miskin dan manula. Bahkan ada kebijakan untuk janda miskin dan manula dibebaskan dalam kerja bakti.

Hasil diskusi tersebut menghasilkan rencana tindak lanjut bahwa dalam menjalakan peran perempuan dalam implementasi UU Desa perempuan harus melek teknologi dan pemerintah desa dalam penyusunan program harus mengarah pada peningkatan peran perempuan.

Surakarta, 25 Mei 2015

Yuliana Paramayana

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s